The Wedding of
Andre & Indah
Selasa, 03 November 2026
Kepada Yth, Bapak, Ibu, Saudara/i:
Nama Tamu
Mohon maaf jika ada kesalahan nama/gelar
A
&
I
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya ”
Ar-Ruum ayat 21
Groom & Bride
Dengan memohon rahmat dan ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala, insyaaAllah kami akan menyelenggarakan acara pernikahan kami
Save the Date
Hari
Jam
Menit
Detik
Dengan memohon rahmat dan ridho Allah SWT, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i, untuk menghadiri acara pernikahan kami:
Doa Mempelai
بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ
"Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, serta semoga Allah menyatukan kalian berdua dalam kebaikan"
Love Story
Awal Bertemu
2015
Kalau ditanya kapan semuanya bermula, jawabannya sederhana.Tahun 2015, kelas satu SMA.Kami satu kelas. Duduk di ruangan yang sama, pakai seragam putih abu yang sama.Awalnya tidak ada yang spesial. Dia hanyalah Indah, teman sekelasku. Teman pinjam pulpen saat ujian, teman tanya PR kalau aku tidak masuk, teman yang paling sering kuledek dan meledekku balik.Saat itu aku tidak pernah melihatnya lebih dari sekadar teman sekelas. Kami hanya dua anak SMA yang sibuk dengan dunianya masing-masing.
Komitmen
Takdir punya cara bercanda yang lebih indah dari yang kubayangkan. Di saat aku jatuh, dia mengenggam dan bilang "ada aku" .Di saat dia patah hati, aku yang ada. Tidak menghakimi, hanya mendengarkan dia berkeluh kesah dan menyakinkan kalau dia tidak sendiri, ada aku Tanpa sadar, peran kami berubah. Aku bukan lagi sekadar teman curhatnya, dia bukan lagi sekedar teman sekelasku .Kami saling menjaga, bukan lagi sebagai sahabat, tapi sebagai rumah. Tempat pulang paling nyaman. Sampai di satu titik aku bertanya pada diriku sendiri: "Kenapa harus cari jauh-jauh, kalau yang aku butuhkan selama ini ada di depan mataku?". Tidak ada yang menyangka. Dari candaan menjadi kenyamanan. Dari kenyamanan menjadi doa. Bertahun-tahun kami berjalan sebagai sahabat, sampai akhirnya Allah tunjukkan dengan sangat jelas, bahwa jodohku adalah orang yang paling dekat. Orang yang sudah kukenal sejak 2015. Yaitu Indah
Lamaran
23 Agustus 2026
Orang lain melihat hari ini, 23 Agustus 2026 sebagai hari bahagia. Hari lamaran, Tapi hanya kami berdua yang tahu, seberapa tidak mudahnya untuk sampai di titik ini.Perjalanan kami bukan perjalanan yang mulus. Setelah kami memutuskan berkomitmen, aku harus berangkat tugas. Ke Merauke. Di ujung timur Indonesia.Sejak hari itu, hubungan kami berubah. Bukan lagi "ayo ketemu?", tapi menjadi "sabar yah jaringan hilang" Bukan lagi "kangen", tapi menjadi "Tunggu cuti dulu "Kalimat yang paling sering kami ucapkan adalah "mauka ketemu" dan "nanti kalau selesai kita vc".LDR Makassar - Merauke. 3.800 kilometer. Beda 1jam waktu. Sinyal yang kadang hilang, rindu yang tidak pernah hilang.Jujur, ada masa dimana kami hampir menyerah. Bertengkar karena hal kecil yang membesar karena jarak. Diam karena sama-sama lelah. Tapi setiap kali rasa menyerah itu datang, aku selalu ingat alasan kenapa aku memulai. Aku ingat Indah yang sudah menungguku sejak 2015, masa aku mau melepaskannya hanya karena jarak? Hari itu aku belajar, cinta yang kuat bukan yang tidak pernah bertengkar, tapi cinta yang tidak pernah meninggalkan. Dan hari ini, 23 Agustus 2026, jarak 3.800 km itu resmi aku akhiri. Aku datang dari Merauke bukan lagi sebagai pacarnya. Aku datang untuk melamarnya. Untuk menjemput teman sekelasku, sahabat curhatku, rumahku, untuk menjadi istriku. Dari Makassar yang setia menanti, dan Merauke yang selalu merindu, akhirnya kita satu tujuan. Indah, terima kasih sudah menunggu. Perjalanan jauh ini selesai. Mari kita pulang bersama.
Wedding Gift
Tanpa mengurangi rasa hormat, bagi Bapak/Ibu/Saudara/i yang ingin memberikan tanda kasih untuk kami, dapat melalui: